Archive for April, 2007

h1

Cho Seung-Hui di Virginia Tech

April 18, 2007

Virginia Tech 

Pagi itu, 17 April 2007. 32 orang mati sia-sia….

Cho Seung-Hui (CSH), pria muda 23 tahun itu mengamuk. Sebentar saja 32 nyawa melayang diberondong di Kampus Virginia Tech, Virginia, USA. Nama pria pendiam itu mendadak tenar ke seluruh penjuru dunia. Ada apa dengannya?

Ada yang mengatakan karena putus cinta dengan Emily Hilscher (18 th). Bisa saja. Apa lagi CSH disebutkan juga penggemar videogame kekerasan dan pernah membuat artikel yang membuat buku kuduk dosennya bergidik lalu memintanya untuk menghentikan artikel yang dibacakannya tersebut.

Berbagai reaksi muncul. Ketakutan terbesar adalah munculnya rasisme terhadap orang-orang Asia. Bahkankan ada juga (bloger) yang mencoba menghubung-hubungkan apa yang dilakukan CSH dengan agama karena ada tulisan “Ismail Ax” yang bertinta merah di salah satu tangan CSH.

Tak pelak Orang2 keturunan Korea maupun Asia umumnya di US mulai ketar ketir menyusul dampak akibat apa yang telah dilakukan CSH. Semoga tidak terjadi.

Berikut korbannya.

1. Ryan Clark
2. Henry Lee (A.K.A. Henh Ly)
3. Leslie Sherman
4. Mary Read
5. Emily Hilscher
6. Juan Ortiz
7. Jarrett Lane
8. Professor GV Loganathan
9. Professor Jamie Bishop
10. Professor Kevin Granata
11. Professor Liviu Librescu
12. Professor Jocelyne Couture-Nowak
13. Maxine Turner
14. Reema Samaha
15. Daniel Perez Ceuva
16. Caitlin Hammaren
17. Brian Bluhm
18. Matt La Porte
19. Ross Alameddine
20. Mike Pohle
21. Matthew Gwaltney
22. Julia Pryde
23. Erin Peterson
24. Dan O’Neil
25. Nicole White
26. Rachel Hill
27. Jeremy Herbstritt
28. Lauren McCain
30. Austin Cloyd
31. Partahi Simamora Lumbantoruan
dan
32. Cho Seung-Hui sendiri. 

CSH kemudian menyudahi aksinya dengan bunuh diri.

My deep condolences,

Baginda

h1

Ponakanku

April 16, 2007

Ponakanku ada 11.  10 dari  anak 3 kakakku dan 1 anak adik perempuanku. Yang terkecil lahir Nov 2005 lalu.  Yang gede sudah SMU sekarang.  Yang bandel dan calon berandal ada 3. Ini sebagian dari mereka.

 

 

Karena males belajar, suatu hari Diki yang waktu itu baru naik kelas kelas 2 SD coba dibujuk sama Om-nya.

 

Om : Diki. Ntar kalo males belajar, nanti cuma bisa jadi pengamen seperti yang di bis-bis kota itu lho…

 

Diki : Ngg…eeeenak donk, Om. Khan dapet duitnya banyak.

 

Om : ???????? (koin-nya kale yang banyak)

 

Om : Atau…… jadi penjahat yang sering ditembakain kakinya sama polisi.

 

Diki : Yeeeee………. Itu pura-pura Omm. Nggak takut!

 

Om : ??????????????

 

Hmmm…… anak-anak sekarang. Entah karena keseringan nonton TV, jadi makin pinter. Ya makin pinter ngeles-nya. Polisi yang capek nampang di Buser aja, dibilang pura-pura alias akting (kadang iya juga seh).

 

h1

Emang Kalian Kemana aja!??

April 16, 2007

 Segerombolan bandit  alumni IPDN dari Madura protes kepada wartawan akibat pemberitaan yang begitu gencar tentang kekerasan di IPDN. Pemberitaan itu dianggap tidak berimbang dan menyudutkan IPDN, sebuah sekolah terhormat untuk calon camat. 

Kematian Clift Muntu, praja asal Sulut telah membuat orang-orang di seluruh Indonesia marah. Media cetak & elekronik tidak habis-habisnya memblow-up berita ini. Gile cing! Tiap hari kita disuguhi thriller kekerasan IPDN (meski visual kejadian tahun 2003 lalu). Bahkan SCTV di suatu sore pernah memuat 70 persen materi berita hanya untuk SKANDAL IPDN ini!  

Ulasannya di Topik Minggu ini SCTV yang dibesut Rosiana Silalahi tajam dan  banyak mengungkap fakta baru yang mencengangkan. Salut atas provokasi media untuk membongkar kejahatan yang dilakukan oleh sekelompok intelektual di kampus megah di kota berhawa sejuk tersebut. 

Hasilnya untuk sementara cukup memuaskan. Kuping petinggi Depdagri panas, muka memerah. Malu. Karena dianggap tidak mampu mengurus sekolah terhormat itu. Sekolah binaan Depdagri itu untuk kesekian kalinya bikin ulah setelah kasus yang sama terbongkar tahun 2003.  RI 2 sampe sidak ke kampus itu.  SBY menggelar rapat. Sang rektor dipecat. “You’re fired!……”. Horeee…… 

Pemprov Sulut tempat asal Clift Muncu mengancam akan melakukan gugatan class action. Gorontalo & KalBar berencana tidak mengirim kontingen lagi, mau bikin sekolah sendiri katanya. Papua juga ikutan. Terakhir Pemprov Sulsel akan mencabut pemberian uang saku *Rp. 5 juta sebulan jika ternyata ada siswanya yang terlibat atau ikutan dalam aksi kekerasan di IPDN. 

Pemerintah & masyarakat harus memberi apresiasi kepada Bapak Inu Kencana Syafe’i. Berkat keberanian pria sederhana calon Doktor ini, kejahatan yang selama ini ditutup-tutupi terkuak sudah. Inilah Indonesia Idol sesungguhnya. Jadikan dia Man of The year 

Terus, kembali ke laptop judul di atas, para alumni yang yang protes tadi ngapain aja selama ini? Sebagai orang yang paling tahu riwayat kekerasan yang terjadi di IPDN selama ini mereka ternyata hanya berdiam diri, mengunci rapat mulutnya.  Mana itu kesatria-annya. Sungguh tak berguna. Setelah kematian yang tadinya ditutupi ini terkuak, bukan berterima kasih, malah rame2 protes ke media karena dianggap telah menjelek-jelekan almamaternya. Mau masuk Tipi yaah…!? Dasar Katrok! 

Dan hati kecilku pun ikutan menyentil.

Emang kalian kemana aja selama ini???!!! 

*)Sumber berita malam 13 April di ANTV/TPI