Archive for June, 2007

h1

daun kelor

June 26, 2007

dunia ini tak selebar daun kelor…
kiasan itu akrab ditelinga.
tapi,
“daun kelor itu seperti apa?”
sampai detik ini belum liat!

Advertisements
h1

taksi

June 26, 2007

ketikaku berharap
kau tak muncul
kau menjauh
kau penuh
pegal menunggu
ketika kudapat yang ala kadar
kau muncul bertubi-tubi…

taksi sialan!

h1

Bad News Always….

June 14, 2007

Bete juga kalo sering-sering lihat berita. Tidak ada kabar yang bagus disampaikan. Beritanya selalu buruk. Korupsi, pembunuhan, perampokan, kecelakaan, bencana, bentrokan, amuk massa karena kalah PilKadal,  tembak2an, arogansi aparat, sengketa tanah (BPN tanggung jawabmu mana?),  Napi (untuk kesekian kalinya) lari, sinetron-sinetron norak dan ggak masuk akal.

 

 

Atau memang beginilah gambaran bangsa ini. Terlalu banyak hal yang buruk dilakukan bangsa ini, sehingga ketika era kebebasan pers masuk semua boroknya menjadi telanjang dan baunya menusuk hidung!? Berita-berita baik terlindas oleh berita-berita buruk.

 

Atau memang kita2 ini tidak berbakat sebagai suatu bangsa. Bangsa yang tidak beridentitas. Bangsa yang kata seorang tokoh terancam gagal. Bangsa yang pejabatnya tidak malu-malu lagi untuk lepas tanggung jawab dan gemar korupsi alias duit oriented. Bangsa yang pemimpinnya tidak jelas mengerjakan apa kecuali bikin kaya diri sendiri dan keluarga?

Apakah pemimpin negara ini punya visi? Kelihatannya kok enggak yah. Bangsa ini tidak jelas mau diarahkan kemana. Kebijakan-kebijakan penggede itu sering malah menyengsarakan rakyat. Lihat lah betapa sekolah semakin mahal. Minyak tanah juga mahal. Mau beli beras juga mahal, sehingga ada yang harus mengganti berasnya sama tiwul alias nasi bekas. Pasar tradisional dimusnahkan,  diganti dengan mal yang harga per meternya mencekik leher. Kaki lima diberangus bukan dicarikan solusi. Hutan digunduli, ketika banjir ggak ada yang ngaku tanggung jawab (seharusnya tangkap tuh siapa yang kasih ijin). Sawah-sawah  jadi real estate sehingga selalu punya alasan untuk impor beras.

Sekarang pemerintah malah mau melirik PLTN. Ngurus si Lusi (Lumpur Sidoarjo) aja ggak becus, kok malah merasa mampu bermain-main dengan nuklir? 3 Negara maju di Eropa sana saja sudah mau meninggalkan teknologi itu, kok kita bernai-beraninya meliriknya?. Lirikan yang aneh ….dan seandainya someday teknologi  itu jadi dibangun di Gunung Muria sana, maka itu sungguh keputusan yang dodol.

Ntar kalo bocor malah ngacir dari tanggung jawab dan rakyat dibiarkan menikmati kesengsaraannya. 

h1

Tol Naik, Macetnya kapan ilang?

June 14, 2007

Tarif tol bakal naik. Minimal 20 %. Tarif  Rp.1.500 akan berubah jadi Rp. 1.800. Karena ggk ada duit Rp.200, maka petugas tol ggk bakal ngembaliin uang 200 perak itu atau paling2 ngasih kembaliannya pake permen. Sehingga tarif Rp 1.500 akhirnya akan jadi Rp.2.000 atau bersihnya naik 25 %. Tarif dalam kota yang Rp. 4.500 dan katanya akan jadi Rp.5.400 pasti akan dibulatkan jadi Rp.5.500 atau naik 22.22 % karena alasan ggk ada kembalian uang. Duh gampang banget yah mungut uang rakyat.

 

 

Pertanyaannya apakah dengan kenaikan itu kualitas layanan berubah menjadi baik. Apa ada jaminan tidak ada lagi pemandangan dimana jalan tol berubah jadi tempat parkir setiap jam pulang kantor? Jangan mimpi.

 

 

Berharap mengurangi jumlah pengguna mobil  pribadi adalah mimpi jika sistem transportasi massal tidak buru2 dibenahi. Busway? oke lah. Tapi masih sedikit. Lewatnya (kecuali koridor 1) masih atu-atu.  Monorail? Entah kapan selesainya. Besi angker yang menjadi tulang penyangga betonnya pun sudah mulai karatan. Waterway? Masih 1.7 Km rute nya. Jangan heran mobil pribadi tetap penuh di jalan arteri maupun di tol. Tetap macet cet.

 

Balik ke soal tol. Bagaimana kalo pemerintah membuat aturan yang mewajibkan pemberian kompensasi oleh operator kepada pengguna tol yang merasa dirugikan jika pelayanan tetap buruk?

Bernegara itu perlu keseimbangan dan kreatifitas pemerintah!. Bukan cuma pinter ngutip duit rakyat!  

macetcet.jpg