Archive for July, 2007

h1

Lagi, Innalilahi wainailaihi rojiun. (4) … ada lagi yang mati (ingat lagu Iwan Fals)

July 17, 2007

Entahlah, kok minggu-minggu ini aku banyak terima kabar duka. Habis melayat Ayahanda atasanku tadi , aku lanjutkan melayat adik temenku yang meninggal . Sang adik yang seorang polisi terbunuh karena membela kakak iparnya yang diganggu orang lain. Padahal 2.5 tahun lalu adiknya yang lain yang bekerja sebagai teller di  salah satu bank BUMN ternama juga terbunuh di atas kopaja oleh teman sekampus yang naksir sang adik selama bertahun-tahun.  Penolakan cinta oleh sang adik berakhir tragis. Nyawa kok semakin murah harganya.

Semoga Allah SWT menerima amal solehnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

h1

Innalilahi wainailaihi rojiun (3)… serba tujuh-tujuh

July 17, 2007

Banyak sekali orang menunggu angka serba 7-7 untuk hari perkawinanan. Entah untuk tujuan mendapat nomer cantik hari perkawinan yang gampang diingat atau percaya sebagai hari baik, atau untuk tujuan lainnya. Namun hari ini 17/7/07, dalam usia 77 tahun 0 bulan 0 hari, Ayahanda bekas pimpinan cabangku ketika di Pekanbaru dulu berpulang ke Rahmatullah. Almarhum meninggal persis di hari ulang tahunnya.  

Semoga Allah SWT menerima amal solehnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

h1

Sepatu Murah di Passer Baroe

July 16, 2007

Mungkin sudah 6 pasang sepatu dalam 4 tahun terakhir ini aku habiskan. Mulai dari merk antah berantah seharga 85 ribu yang dibeli di Mal Blok M sampai  merk Playboy yang dibeli sale 50% di sebuah toko sepatu di Mal Pondok Indah. Tapi apa daya, semua berakhir dengan kondisi sama. Sepatu-sepatu itu  patah pada bagian telapak (sol) -nya.  Persis dilekukan antara telapak dengan jari-jari kaki.

 Bagaimana supaya tidak patah? :

1.      Rubah cara berjalan. Rasanya insopibel. Dari sononya sudah begitu. Untuk merubahnya berat, mungkin biayanya lebih gede karena harus kursus dulu di sekolah Modelling Oki Asokawati. 

2.      Turunkan berat badan. Dengan berat 86 kg sekarang bisa jadi salah satu yang memperpendek umur sepatu2 itu. Tapi dengan berat 74 kg 4 tahun yang lalu saja tetap bikin patah sepatu. So, ini solusinya belum optimal.

 3.     Cari bahan yang paling tahan untuk telapaknya.  Bahan yang paling kenyal alias anti patah itu biasanya bahan yang terbuat dari kulit. 

Maka  perburuan pencarian sepatu dengan telapak kulit itu pun dimulai.  Kebetulan lagi ada Jakarta Great Sales up to 70 %.  Berharap ketemu sepatu sesuai yang diinginkan dengan harga reasonable. Hunting ke Pasaraya Grande.  Ada yang telapaknya kulit, tapi modelnya tidak sesuai selera. Lagi pula kulit pada telapaknya terpasang setengah. Sudah begitu harganya kemahalan : 1.3 juta. Sayang sekali rasanya nginjak-nginjak duit 1.3 juta. Hunting lagi ke Plasa semanggi. Tidak nemu juga. 

Jadi ingat liputan DKI 15 -nya Jak-TV  tentang Pasar Baru. Pasar Baru itu dulu khan dikenal sebagai pusat sepatu. Sabtu kemarin akhirnya nyape juga ke Pasar yang berdiri sejak 1820 itu. Toko pertama, celingak-celinguk. Modelnya ggak ada yang menarik hati, lagi pula yang telapaknya kulit tidak ada. Pindah ke toko sepatu kedua. Masih sama dengan kondisi toko pertama.. Toko ketiga..keempat..ke lima… ke enam.. mungkin baru toko ke tujuh ketemu sebuah toko dengan nama chinesse. Toko Sepatu Sin Lie Seng. Ini toko sepatu rada unik dibanding toko sepatu lainnya.  Semua sepatu diberi merek yang sama dengan nama tokonya.  Toko ini ternyata sepatu-sepatunya bikinan sendiri. Makanya tidak jual merek lain.  Juga terima perbaikan sepatu selama sepatu tersebut dibeli di toko itu. Tidak terima perbaikan sepatu merk lain, karena cetakannya ggk ada, begitu alasannya.  Oh ya toko ini juga tidak buka cabang di tempat lain.

Lihat-lihat modelnya, ok-ok juga.  Sepatu yang solnya berbahan kulit ternyata lumayan banyak. Akhirnya ketemu juga model yang sesuai selera.  Di kaki juga berasa enak.  Telapak kulit. Harga? Pertama lihat label yang sempet mengira harganya 2.75 juta.  Terus dipatut baik2 sekali lagi, ternyata 275 ribu!  Akhirnya tekadku sudah bulat untuk ambil yang satu ini.  Terus naksir lagi sepatu ke 2, sepatu boot dengan telapak yang juga dari kulit. Harga-nya juga menggoda 375 ribu! Pada hal 6 tahun yang lalu di sebuah toko di Mal Citra Plaza Pekanbaru pernah lihat sepatu yang model itu (dengan sol kulit juga)  dengan harga 2.6 juta s/d 3.6 juta.

Sayang boot itu nomor paling gede-nya cuma sampai 8 ½.  Pada hal aku butuh yang nomor 9.   Ya udah, akhirnya hanya sepasang yang terbawa pulang. Someday, I’ll be back.

sepatu.jpg

h1

Renungan hari ini….

July 13, 2007

(1)   Jika kamu tidak memikirkan anak2mu saat ini, 
        maka jangan salahkan anak-anakmu
        juga tidak memikirkan kamu nanti.

(2)   Jika kamu sudah terbiasa tidak bertanggung jawab,

       bersiap-siaplah untuk mati sia-sia.

(3)   Dunia ini hanya sehamparan ketika kamu melihat di sekelilingmu,

        tapi tak terbatas ketika kamu membuka buku, majalah, koran,

        bahkan blog!…

        maka …baca lah!

h1

Kamera impian…Canon EOS 400D

July 13, 2007

Lagi naksir berat Camera Digital SLR yang satu ini nih….

canon_1front.jpg

canon_2back.jpg

canon_3top.jpg

 

Silahkan baca fitur-nya yang dicapture dari Digital Review sbb :

can_fitur1.jpg

can_fitur2.jpg

 can_fitur3.jpg

Ya Allah….. mudahkan dan lapangkan rejekiku…..

h1

Innalilahi wainailaihi rojiun…. (2)

July 12, 2007

Berita di detik.com pagi tadi bikin gue kaget.  Taufik Savalas Meninggal Dunia! Innalilahi wainailaihi rojiun. Bukan seneng ngerumpi, tapi bagi gue dia ini orang baik. Dia bisa jadi teladan. Pembela keluarga. Sayang sama saudara-saudara & keluarganya. Jika ketemu orang susah sering matanya berkaca-kaca bahkan menangis.

 taufik_white.jpg

Gw masih inget ketika dia bawain acara sahur mungkin sekitar 2 tahun lalu. Taufik ikut menagis ketika bintang tamu menceritakan perjuangan hidupnya. Waktu itu bintang tamu acara sahurnya (di SCTV) seorang perempuan masih SD dan kakak laki2nya yang masih belasan tahun, putus sekolah SMA. Si kakak ini yang berjuang sendirian menafkahi adiknya bahkan mengganti makannya dengan indomie jika uang yang didapat hari itu tidak cukup. Yang luar biasa kedua anak ini tidak pernah bolong puasanya, meski makan seadanya. Waktu itu Taufik menangis!   “Ya sudah..kamu nanti kerja sama saya” ajaknya kepada si kakak yang laki2. Sahur 2 tahun lalu mata gw ikut berkaca-kaca.  

Besoknya kisah 2 anak itu gw  posting di salah satu milist. Ada Dosen dari Bengkulu yang lagi sekolah di Amrik mau menjadikan yang perempuan itu jadi anak angkat. Kebetulan kuliahnya sudah hampir selesai dan akan segera kembali ke Indonesia. Beliau minta bantu sama gw untuk mencarikan alamat si anak tsb. Sayang beberapa kali gw hubungi SCTV untuk konfirmasi alamat anak tsb, gw tidak dibantu.  

Terus terang biasanya kalo gw baca berita duka seleb bagi gw biasa saja. Tapi berita kematian Taufik ini bikin gw merinding. Gue teringat rumor lama, bahwa orang baik itu biasanya cepet mati, orang yang jahat lama hidupnya…

Benarkah!?

Wallahualam. Mungkin karena Tuhan sayang sama dia sehingga buru2 dipanggil sebelum dosanya makin banyak, sehingga dia tetap terselamatkan sebagai penghuni surga.

savalas_bio.jpg

Turut berduka cita sedalam-dalamnya…. Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya dan mengampuni segala dosanya. Amin.  

h1

Flexi.. memang bukan telepon biasa (bikin stress)

July 12, 2007

Sudah 4 hari ini no flexi gw susah dihubungi. Jika dihubungi pesan yang keluar selalu mailbox, seolah-olah hp gw ggk aktif.  Jam 11.05 complain ke hotline flexi di 147. Diterima oleh Pak Heri. No gw dicatet. Hanya ditampung saja kayaknya. No solution. Terus tanya nomor telpon gw yang lain yang bisa dihubungi. Gw kasih no kantor berikut ekstension gw.

Lebih kurang setengah jam menunggu, tidak ada konfirmasi lebih lanjut, tidak ada follow up. Gw call lagi ke 147. Diterima ibu Susi. Sama seperti tadi , nyatet no hp yang gw yang bermasalah. Suruh tes dial *510. No respon. Suruh tes lagi call no hp gw tadi, tapi ditambahin code wilayah 021. Tetap gagal dihubungi.  Dia janjiin akan difollow up lebih lanjut sama bagian lain, jadi  untuk sementara ditampung dulu (lagi). Skrg jam 11.48. Gw masih menunggu ada yang konfirmasi bahwa flexi gw sudah ok atau suruh dicoba lagi. Capek menunggu, ggk ada konfirmasi juga.

Bagi yang mau make FLEXI gw saranin untuk berpikir ulang deh. Emang sih tarif per menitnya murah banget : 49 rupiah . Tapi  errornya sering banget. Call dropnya berkali-kali. Nada sambungnya untuk panggilan lokalnya lamaaaaaa banget. Mungkin sekitar 30 detik. Seolah-olah nelpon SLJJ aja. SMS-nya, jangan ditanya. Kayak ngirim paket pake Titipan Kilat. Hari  ini kirim, besok sampai.  FLEXI memang bukan telepon biasa. Cocok banget emang dengan slogannya. Bikin orang stress kalau nelpon karena harus dial berkali-kali. Betul-betul telepon dodol….

Temen gw nyaranin pake FREN aja. Sebenarnya gw udah cape ganti  nomor HP mulu.  Dari Telkomsel, Mentari, Flexi, Trus mau pake FREN lagi? Capee deh…. 

Ada saran?